Kamis, 26 Desember 2013
Sehubungan dengan telah diluncurkannya aplikasi dapodik versi 2.05 yang telah disempurnakan, maka kepada seluruh pihak yang terkait dengan pendataan dapodik baik operator sekolah, operator kab/kota dan pemerhati pendidikan, kami beritahukan bahwa segera mengisi dapodiknya dengan data semester dua tahun tahun ajaran 2013-3014. Kami akan menggunakan data semester dua sebagai pengecekan persyaratan untuk semua tunjangan yang akan dibayarkan tahun 2014. Tunjangan khusus, tunjangan fungsional, dan bantuan kualifikasi akademik akan kami tutup kuotanya sekitar akhir februari 2014. Segera pastikan data sekolahnya telah terisi dengan data semester dua tahun ajaran 2013 - 2014. Bagi yang sudah mengisi semester 1 cukup melakukan migrasi ke semester dua dan melakukan penyesuaian sesuai penugasan baru. Jangan mengisi semester dua jika semester 1 belum diisi. Trimakasih. Fasilitas Cek info PTK (http://223.27.144.195:8083/info.php) akan kami tutup sementara karena persiapan untuk info semester dua tahun ajaran 2013-2014.
1. perlu untuk di ingat adalah kalau setelah di pindahkan ke semester genap itu ada menu untuk lanjut semester sehingga anggota rombel akan berubah menjadi lanjutan semester dan kembali mapping untuk guru yang mengajar di rombel tersebut karena akan otomatis hilang...

2. data periodik untuk sekolah, peserta didik, dan sarpras akan hilang ini tdk perlu di kwatirkan abaikan sj... kecuali klau ada perubahan di data priodik tersebut maka lakukan perubahan..

3. setelah lakukan validasi di semester 2 akan muncul invalid khusus untuk sekolah , peserta didik dan sarpras itu cukup di abaikan sj...

4. nanti akan di perbaiki pada aplikasi yg akan datang untuk memisahkan data semester 1 dan semester 2..

5. setelah itu lakukan singkronisasi di semester 2 sesuai jadwal yang telah di tentukan

6. sebelumnya di semester 1 harus invalid dalam ke adaan 0 (nol) tidak ada invalid...

7. kalau masih di semester 1 jangan lupa di singkron dulu supaya data di komputer sama dengan di server..

8. selamat bekerja teman2....
UPDATE DATA CALON PESERTA SERTIFIKASI 2014 MELALUI PADAMU NEGERI
Pembaruan Data Calon Peserta Sertifikasi 2014
Pembaruhan data AP2SG dengan database NUPTK akan dilakukan per tgl 1 januari 2014. Cek ulang kebenaran informasi database NUPTK dan segera perbaiki bila perlu melalui situs PADAMU NEGERI terutama informasi berikut,
+ Tanggal Lahir
+ TMT Pendidik
+ Golongan
+ Jenjang Pendidikan Terakhir
Verifikasi Calon Peserta 2014
Berikut tahap pelaksanaan verifikasi calon peserta sertifikasi guru tahun 2014 :
1. Tahap verifikasi Data :
+ Tahap 1. Verifikasi data peserta UKG 2013 dan belum terdaftar sebagai peserta sertifikasi guru 2013
+ Tahap 2. Verifikasi dan penambahan data calon peserta
2. Persiapan dan pelaksanaan UKG bagi calon baru
3. Evaluasi calon tidak lulus PLPG 2013
4. Tahap penetapan Peserta
Lain-lain
Selama proses sertifikasi pendidik, pada tahap sebelum maupun sesudahnya, tidak dipungut biaya apapun
Sumber: http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/

Salam PADAMU NEGERI INDONESIAku
Admin Pusat
BPSDMPK Kemdikbud
Informasi Sertifikasi Guru
sergur.kemdiknas.go.id
 
 
 
Sehubungan dengan telah diluncurkannya aplikasi dapodik versi 2.05 yang telah disempurnakan, maka kepada seluruh pihak yang terkait dengan pendataan dapodik baik operator sekolah, operator kab/kota dan pemerhati pendidikan, kami beritahukan bahwa segera mengisi dapodiknya dengan data semester dua tahun tahun ajaran 2013-3014. Kami akan menggunakan data semester dua sebagai pengecekan persyaratan untuk semua tunjangan yang akan dibayarkan tahun 2014. Tunjangan khusus, tunjangan fungsional, dan bantuan kualifikasi akademik akan kami tutup kuotanya sekitar akhir februari 2014. Segera pastikan data sekolahnya telah terisi dengan data semester dua tahun ajaran 2013 - 2014. Bagi yang sudah mengisi semester 1 cukup melakukan migrasi ke semester dua dan melakukan penyesuaian sesuai penugasan baru. Jangan mengisi semester dua jika semester 1 belum diisi. Trimakasih. Fasilitas Cek info PTK (http://223.27.144.195:8083/info.php) akan kami tutup sementara karena persiapan untuk info semester dua tahun ajaran 2013-2014.
  • Berdasarkan pengalaman tahun 2013 maka perlu diperhatinan agar tidak terulang di tahun 2014 yaitu :
    1. Pastikan data yang terkiirim ke server pusat adalah data semester 2
    2. Pastikan guru tersebut status aktif dan semua variabel terisi dengan benar seperti masakerja sesuai riwayat kepangkatan, golongan, NIP, status kepegawaian, JJM tidak kosong, dll
    3. Nama di dapodik, nama di kelulusan sertifikasi, dan nama di NUPTK harus sama persis tidak boleh ada bedanya termasuk gelar dan titik komanya.
    4. Pastikan menggunakan NUPTK sendiri bukan punya guru lain.
    5. Jangan berupaya tukar-tukar JJM dengan maksud membantu guru lain agar bisa terbit SKnya karena historis kepemilikan jam tersebut sudah tercatat di dapodik.
    6. Pengiriman data sesuai jadwal batas waktu yg ditentukan, pengiriman yg melewati batas waktu walaupun data sudah benar tidak akan kami gunakan untuk penjaringan calon penerima tunjangan.
    7. Guru wajib memantau datanya sendiri sehingga tidak menyalahkan pihak lain jika datanya salah.
    8. Gunakan layanan internet untuk "cek info PTK" dan "Cek SK " yang sudah kami sediakan.
    9. Lakukan update data minimal setiap 3 bulan karena pencairan tunjangan akan melihat kebenaran data setiap akan mencairkan per triwulan. Bagi yang berubah sehingga tidak memenuhi syarat akan kami stop tunjangannya.
 
Rabu, 25 Desember 2013
AHMAD SARJITA di GURU SEJATI

Apa bedanya Kartini Tempo Dulu dengan Kartini Masa Kini Kartini – Kartini Tempo Dulu beharap agar muncul kartini – kartini baru yang memiliki jiwa pahlawan Kartini – Kartini Masa Kini yang menyalahgunakan Emansipasi Raden Ajeng Kartini, Pahlawan Emansipasi Wanita, Kartini, Hakim Pengadilan Tipikor Semarang yang tertangkap KPK diduga membebaskan banyak koruptor Dewi Sartika, Pahlawan Nasional Angelina Sondakh, Anggota DPR yang tersangka kasus suap Wisma Atlit Cut Nyak Dhien, Pahlawan yang gagah berani Mindo Rosa Manulang, tersangka kasus korupsi Wisma Atlit Nyi Ageng Serang, ... lainnya »

                                                           BUKU INI DIRANCANG
                                    SESUAI DENGAN TEMA DALAM KURIKULUM 2013



Dunia pendidikan di Indonesia sudah bisa dipastikan akan menghadapi perubahan besar, yakni diberlakukannya Kurikulum Pendidikan Nasional Tahun 2013. Dikatakan perubahan besar, karena keberhasilan implementasi kurikulum yang baru ini terletak pada kemampuan profesional guru yang akan mengeksekusi di Proses Belajar Mengajar.
Kurikulum ini menuntut para pelaku di sekolah untuk melakukan perubahan besar dibidang menejemen dan pembelajaran. Tsampaknya MBS dan PAKEM. akan dimanfaatkan untuk menanamkan pendidikan karakter dan nilai-nilai kehidupan. 
Hal - hal yang harus diperhataikan oleh para guru adalah :  
1. Kemempuan para guru menjalankan skenario pembelajaran yang efektif.
2. Menerapkan pembelajaran yang mengembangkan peserta didik.
3. Medngelola kelas yang efektif
4. Menggunakan penilaian berbasis kelas..
Dari hasil kajian yang dilakukan oleh para akademisi, masalah pokok pada pendidikan ternyata bukan pada kurikulum, namun pada proses pembelajaran. Mengapa  belum terjadi di semua sekolah, karena kebijakan – kebijakan kemendiknas apapun ternyata implementasinya tidak sampai ke sekolah.
Oleh sebab itu pembelajaran benar – benar membutuhkan guru – guru kreatif. Inilah perlunya kita memerbanyak film – film pembelajaran yang baik, mengapa inspirasi dari film bisa mengalahkan bangunan sistem yang terjadi di sekolah yang puluhan tahun ini.

Upaya yang paling cepat untuk menyebarluaskan Kurikulum 2013 adalah menyediakan buku-buku praktis yeng berisi :
1. Materi Pelajaran yang singkat padat dan jelas
2. Berisi petunjuk pelaksanaan kegiatan siswa dan guru
3. didukung dengan Lembar Kegiatan Siswa
4. Mempunyai tagihan dari hasil kegiatan yang dilakukan siswa
Jika para pembaca berminat silahkan pelajari contoh Buku Pegangan Guru PAKEM. seperti di bawah ini :
Jika guru menguasai berbagai strategi pembelajaran, Apapun Kurikulumnya, tidak ada masalah. Karena di ana-mana standar kurikulum sekolah dasar sama, tidak akan menurunkan profesionalisme guru dalam mengajar. Oleh sebab itu menjadi guru profesional adalah jawaban untuk menyambut kurikulum baru 2013. Rencanamya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengubah kurikulum KTSP 2006 menjadi kurikulum pendidikan nasional . Hampir dipastikan Perubahan akan mulai berlaku 2013. Kurikulum pendidikan nasional yang saat ini masih digodok dan jadwalnya akan disosialisasi bulan Februari 2013 nanti terjadi penyederhanaan jumlah mata pelajaran.

Kurikulum pendidikan nasional dengan konsep penyederhanaan jumlah mata pelajaran terus digodok bersama tim dari pemerintah pusat dan sejumlah pakar pendidikan. Hampir dipastikan untuk siswa sekolah dasar (SD) hanya akan ada 7 mata pelajaran dari 11 mata pelajaran sebelumnya diajarkan di bangku sekolah dasar.

Seperti dikatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Suyanto yang dikutip dari Kompas (02/10). Inilah 7 mata pelajaran yang akan diajarkan untuk siswa SD di kurikulum pendidikan baru 2013:
1. Pendidikan Agama
2. Bahasa Indonesia
3. PPKn
4. Matematika
5. Kesenian
6. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan
7. Pengetahuan Umum


2Khusus untuk mata pelajaran IPA dan IPS, Kemendikbud menilai kedua mata pelajaran itu belum perlu dipisahkan untuk jenjang SD. Diwacanakan, keduanya akan dilebur menjadi satu mata pelajaran bernama Pengetahuan Umum yang memiliki muatan yang terintegrasi dengan jenjang SMP dan SMA.

Sebelumnya Suyanto juga menyampaikan jumlah mata pelajaran di SD untuk kurikulum pendidikan baru ini akan lebih disederhanakan, tetapi muatannya lebih mendalam. Hal ini berbeda dengan kondisi mata pelajaran di SD saat ini yang cakupannya terlalu luas, tetapi tidak sebanding dengan isi materinya.

Kemendikbud memilih mata pelajaran yang lebih mengedepankan pembentukan sikap dan mengandung dasar-dasar mata pelajaran yang memiliki substansi pengembangan wawasan umum. Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013, dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014. Bagaimana komentar Bapak Ibu Guru dengan penyerderhanaan mata pelajaran di SD dengan menjadi 7 mata pelajaran saja? Tulis saja di kolom komentar!
Untuk mendownload file Silabus bisa disini


Tidak ada komentar:
Sambutan Ahmad Sarjita, dari Diknas pada acara  :
“ LOKA KARYA
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN PRIORITAS
TINGKAT NASIONAL”
                                                                                               
Ada berberapa wacana untuk meninjau ulang kurikulum. Namun pembelajaran tetap menggunakan PAKEM. Manajemen berbasis sekolah akan dimanfaatkan untuk menanamkan pendidikan karakter, untuk itu pengelolaan kelas harus efektif.
Masalah pokok pada pendidikan ternyata bukan pada kurikulum, namun pada proses pembelajaran. Mengapa  belum terjadi di semua sekolah, karena kebijakan – kebijakan kemendiknas apapun ternyata implementasinya tidak sampai ke sekolah.
Untuk itu diharapkan program PRIORITAS menjadi kepanjangan tangan dari program Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Nasional. Pastikan program – program kemendiknas diterima dulu pada guru di sekolah.
Praktisi pendidikan  banyak bermain pada strategi pelatihan dan pembelajaran, kita masih kekurangan bahan ajar mengenai konsep dan strategi pembelajaran, diperlukan workshop-workshop menyusun bahan ajar.  Kurikulum saat ini sebenarnya sulit untuk disusun buku, contoh ( anak mengenal tokoh – tokoh di daerahnya, anak mengenal jenis – jenis tumbuhan di daerahnya, isi diskusi adalah masalah – masalah yang sedang dihadapi siswa. Pada dasarnya siswa datang ini perlu kita siapkan “ pengalaman apa yang akan diperoleh siswa, siswa mau belajar apa). 
Oleh sebab itu pembelajaran benar – benar membutuhkan guru – guru kreatif. Inilah perlunya kita memerbanyak film – film pembelajaran yang baik, mengapa inspirasi dari film bisa mengalahkan bangunan sistem yang terjadi di sekolah yang puluhan tahun ini.
Hal – hal yang harus diutamanakan percepatan peningkatan mutu pendidikan

  1. Perbanyak Referensi untuk siswa dan guru
  2. Peningkatan Strategi pelatihan guru dan strategi pembelajaran
  3. Pelaksanaan Evaluasi, menjamin semua di atas terlaksana dengan baik di sekolah.

Kenyataan saat ini sekolah maju dengan baik, bukan karena kebijakan, namu karena di sekolah tersebut ada guru-guru yang baik dan berkualitas. Bukti pemerintah membuat pilot peningkatan mutu, pada evaluasi diknas mengadakan lomba ternyata sekolah-sekolah yang dijadikan pilot tidak ada yang juara.
Seperti biasa setiap hari Sabtu pagi menteri melakukan jalan-jalan ke  daerah, mentri melihat ada sekolah di mana seorang lagi menyapu halaman, pak mentri berhenti dan ingin memastikan siapa orang tersebut, ternyata Kepala Sekolah. Tidak mengira kepala sekolah tersebut didatangi Pak Mentri, kemudian diajaklah masuk ke kantor, melihat profil sekolah yang dikemas sederhana berisi tentang program sekolah yang sederhana, ada data perkembangan prestasi siswa, data kemajuan gurunya. Lingkungannya bersih, kepedulian warga sekolah sangat tinggi, Kemudian Pak mentri mengatakan kepada stafnya “ Minimal sekolah itu seperti ini “
Mendiknas membagi Karakter ke dalam 3 bagian
1.     Sadar sebagai ciptaan Tuhan
2.     Punya rasa kepenasaran terhadap intelektual
3.     Cinta tanah air
Sudah ada 15 juknis pendidikan karakter,
Diantaranya :
·       Pendidikan karakter dalam PAKEM
·       Pendidikan karakter pada ekstrakurukuler
·       Pendidikan karakter dengan budaya di sekolah
a.   Pengembangan karakter melalui 5 mata pelajaran
b.   Pengembangan karakter melalui ekstrakurikuler, pramuka, kesenian dan lain lain
c.   Pengembangan karakter kegiatan pembiasaan/budaya sekolah
Namun demikian keberhasilan pendidikan karakter akan tercapai dengan keteladanan dan pembiasaan. Hakikatnya Pendidikan karakter tidak bisa diajarkan, namun selalui tercermin pada pembelajaran. Evaluasi sebenarnya bisa dilakukan secara tidak langsung, evaluasi pendidikan karakter sebenarnya bukan mengevaluasi siswa, namun program pendidikan karakternya yang dievaluasi.
Nilai itu tidak bisa dipisah-pisahkan, jika kita mengajarkan diskusi pasti yang terjadi adalah kerjasama, menghargai, punya ide, toleransi dll. Kita tidak bisa menilai satu aspek saja, namun semua nilai – nilai kehidupan itu berhasil dapat kita lihat dan kita rasakan.
Memang ada wacana pengurangan kurikulum namun belum disetujuai. Kita tidak usah ikut berfikir tentang kurikulum, kita bermain pada strategi pembelajaran.
Sebenarnya nilai yang diperoleh siswa adalah refleksi nilai gurunya, tidak naiknya siswa adalah tidak naiknya guru dalam program pendidikan. Tidak diterimanya siswa di sekolah lanjutan adalah cerminan dari guru tersebut. Semoga informasi ini menjadi motivasi para guru di Indonesia. .
Oleh : Ahmad Sarjita
   
Semakin banyaknya orang dewasa matang dalam menentukan langkah karir dan kembali masuk lingkungan pendidikan, pendidik harus memiliki pemahaman yang baik tentang siapa mereka dan apa yang ingin mereka capai.
Untuk membantu kita lebih bersiap-siap untuk pelajar yang spesial ini, mari kita lihat bagaimana pelajar-pelajar ini dibanding pelajar muda.
Perbedaan Umum 
Pelajar muda cenderung tergantung pada orang lain untuk dukungan material dan psikologis serta manajemen hidup. Dengan kata lain, mereka diarahkan oleh orang lain, sedangkan pelajar dewasa mengarahkan diri sendiri. Pelajar dewasa menggantungkan diri sendiri untuk mengelola hidup mereka.. 
Anak-anak umumnya belajar apa yang disuruh untuk dipelajari dan menganggap itu penting karena orang dewasa telah mengatakan seperti itu. Namun, orang dewasa belajar paling baik ketika mereka melihat potensi hasil yang bernilai bagi mereka pribadi.
Pelajar muda belum banyak berpengalaman dalam hidup, tapi mereka belajar dengan cepat. Di sisi lain, pelajar dewasa telah berpengalaman dan cenderung belajar lebih lambat, walaupun mereka belajar baik. Karena pengalaman terbatas pelajar muda, mereka cenderung terbuka akan ide-ide baru dan akan langsung saja menerima. Namun, orang dewasa mempunyai opini sendiri dan mungkin menolak informasi baru jika tidak “sesuai” dengan pengalaman hidup mereka.Remaja belajar karena mereka diberitahukan akan bermanfaat bagi masa depan mereka, tapi orang dewasa umumnya berharap pembelajaran langsung bisa diterapkan dalam kehidupan mereka.
Motivasi eksternal, seperti nilai bagus dan pujian dari orangtua dan guru, mempengaruhi pelajar muda sedangkan orang dewasa lebih termotivasi secara mendalam atau instrinsik. Merasa berprestasi, merasa diri bangga dan penghargaan diri lebih penting untuk pelajar dewasa. 
Setelah mengidentifikasi perbedaan-perbedaan tersebut, juga relevan melihat pada sepuluh faktor spesifik tersebut untuk diterapkan pada pelajar dewasa dan bagaimana pendidik dapat membantu mengakomodasi kebutuhan mereka di kelas.
Motivasi
Pada umumnya pembelajaran orang dewasa itu sukarela bukan paksaan; suatu pilihan Maka beralasan jika orang dewasa lebih termotivasi untuk belajar. Ada beberapa area yang bertindak sebagai sumber motivasi untuk orang dewasa. Ini meliputi 
  1. kesejahteraan masyarakat: orang dewasa tertarik dalam peningkatan masyarakat dan manusia; 
  2. hubungan sosial: orang dewasa memiliki kebutuhan untuk asosiasi dan pertemanan; 
  3. prestige atau martabat: orang dewasa ingin menikmati kemajuan pribadi dan memperoleh status lebih tinggi dalam posisi profesional mereka; 
  4. ekspektasi prestasi: orang dewasa pada dasarnya ingin memenuhi ekspektasi orang lain dan mematuhi instruksi yang relevan;
  5. penguasaan pengetahuan: sebagian orang dewasa belajar untuk kepentingan belajar itu sendiri; mereka ingin lebih banyak pengetahuan hanya karena mereka memiliki pemikiran yang dipenuhi pertanyaaan..
  6. Sebagai pendidik, daripada memfokuskan pada motivasi pelajar, kita mungkin ingin mempertimbangkan untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk memfasilitasi belajar dengan cara yang efisien dan menarik, karena pelajar dewasa telah termotivasi untuk memperolehnya.
Kontrol
Orang dewasa memiliki keinginan dalam diri untuk memperoleh kemahiran atau kontrol atas hidup mereka sendiri. Mereka perlu mengarahkan diri sendiri dan mengemban tanggung jawab untuk diri sendiri. Mereka cenderung sangat merasa tersinggung jika tidak dapat membuat pilihan. Mereka ingin mengemban peran aktif, daripada peran pasif dalam pendidikan mereka.
Sebagai pendidik, kita harus mencari cara untuk melibatkan mereka dalam perencanaan pengalaman pendidikan mereka. Kita perlu memberikan pilihan pada mereka dalam tugas-tugas dan projek-projek yang akan menawarkan beragam cara untuk menunjukkan bahwa pembelajaran telah berhasil.
Pengalaman
Pelajar dewasa telah mengalami berbagai jenis training, dari mulai di rumah kemudian, di sekolah dan mungkin kemudian di berbagai pekerjaan sebelum memilih karir pendidikan. Beberapa pengalaman itu ada yang positif dan tidak. Sadar atau tidak, pelajar dewasa cenderung menghubungkan pembelajaran baru mereka kepada apa yang telah mereka ketahui, apakah melalui pendidikan atau pengalaman hidup. Mereka mengevaluasi ide-ide baru karena mereka menghubungkan pada pengalaman di masa lalunya.
Sebagai pendidik, kita perlu mengetahui pelajar kita dan pengalaman apa yang mereka bawa ke kelas. Kita perlu menggunakan penghubung konsep yang valid ketika mengenalkan materi baru setiap harinya.
Keragaman
Pelajar dewasa sangat beragam dari satu sama lain dalam hal pengalaman dan usia. Keragaman yang mereka bawa ke kelas dapat sangat memperbaiki lingkungan belajar. Dengan menggunakan upaya kolaboratif dan diskusi kelompok atau projek, pelajar dewasa dapat mengambil manfaatnya dari pengalaman bersama. Dialog interaktif memfasilitasi solusi dan pilihan yang meningkat bagi refleksi pribadi yang sederhana.
Sebagai pendidik, kita harus memberikan lebih banyak waktu agar pelajar dewasa membangun jejaring antar mereka untuk berbagi perspektif dan pengalaman. Selain itu, kita perlu mempersiapkan presentasi kita untuk memenuhi kebutuhan tiap gaya belajar di kelas.
Usia
Kecepatan belajar cenderung berkurang dengan usia, tapi kedalaman belajar meningkat. Ketika makin lama bagi kita untuk belajar sejalan dengan semakin tuanya kita, tapi kita memahami apa yang kita pelajari lebih mendalam dan pada level yang lebih relevan. Faktor fisik lainnya harus dipertimbangkan juga. Pelajar dewasa mungkin mengalami hambatan belajar, seperti gangguan penglihatan atau pendengaran.
Sebagai pendidik, kita dapat berkompensasi dengan memperhatikan lingkungan belajar fisik dan membuat penyesuaian yang diperlukan.
Tujuan
Orang dewasa mengikuti pendidikan karir dengan tujuan spesifik. Mereka ingin dapat mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari secepat mungkin. Mereka ingin informasi diberikan dengan cara terorganisir dengan baik dengan semua elemen kunci yang didefinisikan secara jelas.
Sebagai pendidik, kita perlu memberikan lebih dari sekedar teori. Mereka ingin informasi yang dapat dipahami dan langsung dipraktekkan. Kita perlu mengklasifikasi dan menjelaskan maksud dan tujuan dari sejak awal pendidikan mereka.
Relevansi
Orang dewasa harus dapat mengidentifikasi alasan untuk belajar sesuatu. Harus teraplikasi ke kehidupan pribadi atau profesional jika memang berharga.
Sebagai pendidik, dalam menjelaskan tujuan program, kita harus pastikan bahwa teori dan konsep relevan dengan kebutuhan pelajar. Kita juga harus biarkan orang dewasa memilih projek dan kegiatan yang mencerminkan minat mereka.
Kebiasaan
Pelajar dewasa mungkin datang ke kelas dengan pola prilaku yang berlawanan dengan apa yang akan dipresentasikan. Mereka mungkin tidak begitu fleksibel atau lebih sulit meyakinkan mereka dibanding pelajar muda. Mereka bahkan merasa terancam ketika dikatakan prilaku tersebut harus diubah.  Pendapat mereka tentang mata pelajaran tidak selalu produktif atau tepat, tapi seharusnya bisa diakui penting.
Sebagai pendidik, kita harus memanfaatkan pengalaman dan prilaku pelajar terdahulu, dan jika mungkin, gunakanlah untuk memperbaiki prosedur atau teknik. Kita perlu menginformasikan pelajar dewasa bahwa ide-ide dan opini-opini mereka berharga dan dipertimbangkan.
Perubahan
Ketika sebagian pelajar dewasa termotivasi dengan perubahan, yang lain cenderung menolaknya. Belajar biasanya melibatkan perubahan dalam sikap, tindakan dan prilaku dan itu bisa menyebabkan beberapa pelajar menjadi orang yang diduga memerlukan perubahan itu.
Sebagai pendidik, kita perlu menjelaskan “mengapa” serta “bagaimana”. Kita perlu mengetahui perubahan kecil yang bertahap akan diterima daripada perubahan global sekaligus. Ini membuat pelajar dapat melihat bahwa perubahan itu bermanfaat, tapi tidak merugikan dan mereka menjadi lebih mau menerima perubahan di masa datang.
Hargai
Semua peserta didik berhak dihargai; pelajar dewasa mengharapkan dan menuntutnya.
Sebagai pendidik, kita harus belajar untuk memperlakukan pelajar dewasa dengan setara dan memperkenankan mereka untuk menyuarakan pemikiran dan ide mereka dengan bebas di kelas. Kita harus mengetahui itu, walaupun mereka peserta didik, mereka juga rekan kita, bukan bawahan kita. Sikap lama guru yang “ini caraku, atau caraku terbaik” tidak lagi berhasil dan tidak dapat diterapkan di kelas, khususnya kepada orang dewasa.
Praktis
Orang dewasa itu praktis mereka akan memfokuskan pada aspek-aspek training yang paling berguna bagi mereka dalam pekerjaan mereka. Mereka mungkin tidak tertarik dengan pengetahuan itu sendiri.
Sebagai pendidik, kita harus pastikan pelatihannya praktis dan berkaitan dengan pekerjaan peserta dan berguna secara langsung.
Pendidikan orang dewasa sangat substansial dan membawa potensi besar untuk berhasil. Namun, sukses tersebut memerlukan tanggung jawab yang lebih besar dari pendididik. Kita perlu menyadari sikap, pengalaman, kebiasaan, opini dan budaya pelajar. Kita perlu mengerti perspektif dan dapat membantu mereka menemukan betapa berguna perubahan prilaku dan tindakan itu bagi mereka. Kita perlu melibatkan mereka dalam proses belajar dan membantu mereka meraih ekspektasi mereka yang dijabarkan dengan tepat. Jika kita dapat menunjukkan kepada mereka bagaimana program kita bermanfaat bagi mereka secara praktis, mereka akan berkinerja lebih baik dan manfaatnya akan berlangsung lebih lama

Menjadi Fasilitator Yang Efektif.
AHMAD SARJITA di GURU SEJATI - 3 bulan yang lalu
*Foto Kegiatan :* *Bapak Edi Sukamto Pengawas Sekolah yang terus mendampingi kepala sekolah mengikuti pelatihan PAKEM di Kec. Reban* *Dengan semangat juang yang tinggi hasil kerja kelompom ini banyak mendapat komentar dari kelompok lain. * *Moh.Showam, Fasda Batang terus memahamkan peserta dikelompok maple tentang bagaiamana menyusun RPP PAKEM.* *Ibu Atikasari, sedang menjelaskan langkah percobaan “ apakah matahari dapat mengeringkan benda yang basah?” pada siswa kelas II. SD Polodoro Reban.* *Kegiatan yang sangat mengasyikan siswa kelas II melakukan percobaan apakah mataha... lainnya »

Beberapa fasilitas pada aplikasi 2.0.5 yaitu:
  • versi 2.05 mengakomodir sinkronisasi tidak mengharuskan data invalid=0
  • pastikan data yg anda sinkronkan adalah data yg sudah terupdate, benar, lengkap dan valid "kualitas data sekolah anda di tangan anda sendiri"
  • PD dan PTK baru, dapat dipindahkan ke tabel utama secara manual tanpa melalui sync di versi 2.05
  • batas pengiriman sampai dengan pertengahan bulan februari 2014
  • perubahan yg terjadi di 2.05 optimasi/ mempercepat waktu sync, konsistensi/kesesuaian data, profil sekolah, mengatasi constraint failed, dll
    - penambahan referensi : jenis PTK , wilayah expired/pemekaran, tingkat pada jenjang SLB
  • untuk menjaga agar proses sinkronisasi berjalan lancar/berhasil maka di buatkan jadwal yang dapat kita sepakati bersama jadwal sync :
    • Senin : Kepulauan Sumatera
    • Selasa - Rabu : Kepulauan Jawa
    • Kamis : Kepulauan kalimantan
    • Jumat : Kepulauan Sulawesi
    • Sabtu : Kepulauan Papua
    • Minggu: Bebas seluruh wilayah
  • seluruh sekolah wajib mengupdate versi aplikasi menjadi patch 2.05 dan lakukan sinkronisasi meskipun pernah melakukan sync sebelumnya.
  • lengkapi dulu semester 1, jika sudah menginjak ke semester 2, pilih periode semester 2
  • tekan tombol lanjutan semester pada tabel rombel utk memunculkan kembali rombel-rombel yang ada di semester 1, beserta anggota rombelnya
  • jika ada kasus laptop/komputer anda bermasalah/hilang/rusak/dll, anda bisa mengambil data terakhir di server dengan cara login di manajemen pendataan sebagai sekolah atau kab/kota, pilih generate ulang prefill dan unduh, kemudian di registrasikan ke komputer yang lain.


Cara backup dan cara merestor (mengembalikan data) Dapodikdas.
Cara backup dan cara merestor (mengembalikan data) Dapodikdas.
Pada Aplikasi Dapodikdas 2013 berbeda dengan aplikasi sebelumnya, aplikasi terbaru ini tidak disediakan fitur untuk membackup file data. Salah satu kelemahannya adalah semisal, jika komputer / laptop rusak atau terkena virus menyebabkan data hilang dan harus mengentri ulang semua data ke Aplikasi Dapodikdas 2013.

Untuk mengatasi masalah tersebut, seorang operator sekolah, Darda A. Manaf di Grup Info Pendataan Ditjen Dikdas berbagi pengalamannya cara membackup data di Aplikasi Dapodikdas 2013. Berikut tutorial yang Sekolah Dasar.Net kutip dari file yang telah diunggahnya di grup facebook resmi Data Pokok Pendidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud.

Untuk membahas masalah ini biar tidak mengalami kebingungan akan dibagi pembahasan ini menjadi 2 bagian yaitu cara backup dan cara merestor (mengembalikan data), jadi harap baca dengan sabar dan maaf kalau loadingnya menjadi sedikit lama karena didalam artikel ini berisi gambar-gambar.

Pembahasan Pertama: Cara Backup Data Dapodikdas
1. Anda tekan tombol windows bersamaan dengan tombol R (W+R)
2. Setelah Anda menekan tombol windows bersamaan dengan tombol R selanjutnya akan muncul tab search. Pada kolom search tab tersebut anda ketikkan "services.msc" lalu klik OK
3. Setelah anda klik OK, maka selanjutnya akan muncul tab services,
Coba Anda cari file bertuliskan Dapodikdas.DB dan DapodikdasWebSrv kemudian klik, lalu hentikan aktivitas kedua file tersebut dengan mengklik tombol Stop.
Dapodikdas.DB => klik stop
DapodikdasWebSrv => klik stop
4. Setelah Anda mengklik stop (menghentikan aktifitas) kedua file tersebut, Anda masuk ke sistem C => Program file => Dapodikdas. Lalu Anda Copy folder Dataweb dan Data base kemudian paste / simpan kedua folder itu ke flasdisk atau sistem D maupun E.
5. Untuk ini tahap Backup Anda sudah selesai.

Pembahasan Kedua: Cara Restor Data di Dapodikdas
Setelah anda membackup data seperti cara diatas selanjutnya Anda pasti bertanya-tanya bagaimana cara mengembalikan data Dapodikdas yang sudah kita backup tersebut. Silahkan ikuti langkah-langkahnya

1. Klik tombol windows + R lalu pada kotak search ketikkan "services.msc". Kemudian matikan dua file DapodikdasDB dan DapodikdasSrv dengan mengklik tombol stop. (Lihat cara 1, 2 dan 3 dipembahasan Cara membackup dapodikdas diatas).

2. Setelah Anda menghentikan aktivitas dua file DapodikdasDB dan DapodikdasSrv, lalu anda buka kembali hasil backup dapodikdas anda (yaitu folder database dan dataweb di flasdiks) lalu pastekan kedua folder tersebut di Sistem C => Program file => Dapodikdas

3. Setelah Anda melakukan tahap 2 diatas, selanjutnya Anda jalankan kembali dua file DapodikdasDB dan DapodikdasSrv, caranya yaitu:
Klik tombol windows + R lalu pada kotak search ketikkan "services.msc", kemudian hidupkan dua file DapodikdasDB dan DapodikdasSrv dengan mengklik tombol "Star atau play atau tergantung masing-masing windows yang Anda gunakan. Intinya kedua file DapodikdasDB dan DapodikdasSrv itu dijalankan atau diaktifkan kembali.

4. Sekarang coba login di Aplikasi Dapodikdas Anda dan lihat hasilnya.

SekolahDasar.Net 15 November 2013 |
#Dapodik #Pendataan #Tutorial

Sumber:
http://www.sekolahdasar.net/2013/11/cara-backup-data-di-aplikasi-dapodikdas.html#ixzz2mA3FX7QF


Diberdayakan oleh Blogger.

Kemdiknas

Ruang Kls 1

Ruang Kls 1
Hadiah

Memperingati Hari Kartini

Berita Terpopuler