Selasa, 21 Mei 2013


Cara Jitu Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak


Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.
Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.
Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang

Operator sekolah setelah data aplikasi dapodik di upload ke server dan di terima bisa langsung melakukan Pengecakan Data Guru Dapodik untuk memastikan data yang kita kirim valid atau masih ada kesalahan. Berbeda dengan hari sebelumnya yang hanya terdapat JJM (jumlah Jam Mengajar Pada Rincian Jam Mengajar), sekarang pada tabel rincian jam mengajar terdapat tiga pembagian JJM.  
  1. JJM adalah jumlah Jam mengajar, data ini berpengaruh dari jumlah jam yang kita masukkan dalam aplikasi pendataan bagian pembagian rombongan belajar.
  2. JJM KTSP adalah jumlah jam mengajar kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Jam mengajar dihitung sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Misal: kurikulum yg berlaku utk jam mengajar Bhs. Inggris 4 jam. Tetapi diisi 6 jam. Maka JJM KTSP tidak akan dihitung jam mengajarnya di P2TK.
  3. JJM Linier adalah Jam Mengajar yang dihitung sesuai dengan Sertifikasi Bidang Studi (misal: Sertifikasi Bidang Studinya Bhs. Inggris, tetapi mengajar MTK, itu tidak dihitung jam mengajarnya di P2TK)
  • TOTAL JUMLAH JAM MENGAJAR UNTUK KELAS 1 & 2 = 32 JAM (Per Minggu)
DENGAN RINCIAN :
GURU KELAS    = 24 JAM
PENJASKES     = 4 JAM
AGAMA               = 3 JAM
  • TOTAL JUMLAH JAM MENGAJAR UNTUK KELAS 3 & 4 = 32 JAM
DENGAN RINCIAN SEBAGAI BERIKUT :
GURU KELAS   = 24 JAM
PENJASKES    = 4 JAM
AGAMA              = 3 JAM

  • TOTAL JUMLAH JAM MENGAJAR UNTUK KELAS 5 & 6 = 32 JAM (Per Minggu)
DENGAN RINCIAN :
GURU KELAS   = 24 JAM
PENJASKES    = 4 JAM
AGAMA        = 3 JAM
KESIMPULANNYA ADALAH JJM MENGAJAR SATUAN PENDIDIKAN SD DI APLIKASI DAPODIK DENGAN JUMLAH 6 ROMBEL = 212 JAM
KELAS 1 = 32 JAM   Per Minggu
KELAS 2 = 32 JAM   Per Minggu
KELAS 3 = 32 JAM   Per Minggu
KELAS 4 = 32 JAM   Per Minggu
KELAS 5 = 32 JAM   Per Minggu
KELAS 6 = 32 JAM   Per Minggu  

Senin, 20 Mei 2013
(Sumber: kemdiknas.go.id)
Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.
iklan4-gbr1
iklan4-tabel1
iklan4-tabel2

BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
Selamat berjumpa dengan Program Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU). Program BERMUTU ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui profesionalisme dan kinerja guru secara berkelanjutan dengan perberdayaan berbagai kelompok kerja, termasuk KKG/MGMP. Agar kegiatan yang diselenggarakan oleh KKG/MGMP berkualitas dan dapat diakreditasi oleh perguruan tinggi, maka perlu disusun paket pembelajaran yang berkualitas berupa modul dan suplemennya atau pendukung dan pelengkap Bahan Belajar Mandiri (BBM) program BERMUTU yang telah dikembangkan sebelumnya.
Modul suplemen ini membahas mengenai Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan sasaran guru Sekolah Dasar (SD). Setelah Anda mempelajari modul suplemen ini diharapkan dapat  mempermudah guru dalam memahami dan menerapkan metodologi pembelajaran bahasa Indonesia di SD.
B.           Tujuan
Tujuan dari disusunnya suplemen modul ini diharapkan Anda mampu:
1)     memiliki pengetahuan yang memadai tentang metodologi pembelajaran bahasa Indonesia di SD;
2)     menjelaskan konsep metodologi pembelajaran bahasa Indonesia;
3)     mengembangkan kreativitas guru dalam menyiasati standar isi mata pelajaran bahasa Indonesia dalam bentuk pembelajaran yang bermakna dan bernuansa PAKEM; dan
4)     mampu menerapkan metode/strategi yang sesuai dengan materi pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan standar isi dan silabus.     
C.           Alokasi Waktu
Waktu yang dialokasikan untuk mempelajari modul suplemen ini adalah 6  X 50 menit.
D.           Sasaran
Sasaran modul suplemen ini adalah guru bahasa Indonesia jenjang SD baik yang berkualifikasi S-1 maupun non-S-1 yang bergabung dalam KKG program BERMUTU.


BAB II
KONSEP METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
  1. Pengertian Pendekatan, Metode, Teknik ,  dan Strategi
Banyak yang tidak paham dengan perbedaan antara pendekatan, metode, dan teknik. Sebelum kita membahas mengenai perbedaan tiga hal di atas, terlebih dahulu kita membahas pengertian model pembelajaran. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Nah, berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.  
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif  (Sanjaya,  2008:127).
Metode merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian sebelum seorang melakukan proses ceramah sebaiknya memerhatikan kondisi dan situasi. Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu.
Strategi digunakan untuk
Diberdayakan oleh Blogger.

Kemdiknas

Ruang Kls 1

Ruang Kls 1
Hadiah

Memperingati Hari Kartini

Berita Terpopuler